97 Jam di Kokpit T-33 Shooting Star

Ketika masih berdinas di Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU) sebagai penerbang tempur/fighter pilot, selama 97 jam saya habiskan di dalam kokpit  pesawat T-33.

105 Jam Menerbangkan F-86 Sabre

Pada waktu pulang ke Indonesia, setelah berhasil meraih gelar undergraduate Pilot Training di Amerika Serikat (AS), saya langsung diberi kepercayaan sebagai Perwira Penerbang Wing Buru Sergap Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

Terbang Aerobatik hingga Ujung Usia

Sejak 2009, ketika masih berdinas di Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU), saya mulai menggeluti penerbangan aerobatik. Selama lebih dari 17 tahun, sejak masih menjalani penugasan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, hingga saat ini; minimal sekali dalam sepekan, setiap Sabtu pagi, saya menerbangkan pesawat Aviat Pitts S2C.

Keliling Dunia Mencari Hercules

Dari sekitar 23 unit pesawat angkut berat Hercules andalan TNI-AU, hanya satu unit yang dapat dioperasikan ketika tsunami melanda ujung barat Indonesia pada 2024. Kenapa demikian?

Kemitraan Indonesia-Australia dan Stabilitas Indo Pasifik

Republik Indonesia (RI) dan Australia telah berkomitmen untuk memperkuat kemitraan dengan menyetujui traktat keamanan. Presiden RI Kedelapan, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, menandatangani perjanjian kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.