
Tiga Kemungkinan Penyebab Ledakan Gudang Munisi TNI-AD di Madiun
Insiden di Madiun menjadi pengingat bahwa pengelolaan amunisi merupakan pekerjaan dengan tingkat risiko yang sangat tinggi.

Insiden di Madiun menjadi pengingat bahwa pengelolaan amunisi merupakan pekerjaan dengan tingkat risiko yang sangat tinggi.

Mengingat usia yang tak lagi muda, pencapaian 500 jam terbang cukup membanggakan bagi saya secara pribadi.

Pemerintah perlu memastikan bahwa skema pembelian langsung tidak sekadar berorientasi pada akuisisi Alutsista, tetapi juga tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan industri nasional.

Berita-berita terkini tentang kerja sama pengembangan pesawat tempur yang dilakukan oleh Indonesia dengan Korea Selatan selalu menarik perhatian saya. Tidak ada satupun pembaharuan/update yang terlewatkan terkait dengan kolaborasi kedua negara.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) merencanakan untuk mempersiapkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terletak di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, menjadi pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Benua Asia.

Di buku catatan penerbang/log book yang masih tersimpan rapi hingga kini, tercatat saya menerbangkan jet tempur F-16 Fighting Falcon selama 500 jam.

Jika Menkeu telah memberikan lampu hijau atau tanda persetujuan terkait dengan anggaran; maka tidak berlebihan jika harapan tentang kemandirian Alutsista Indonesia juga dapat segera terwujud

Kabar baik datang dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Industri Kecil Menengah (IKM) yaitu PT Bentara Tabang Nusantara telah merealisasikan ekspor perdana Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA)/drone ke Australia.

Korsel dan Indonesia sebagai mitra strategis telah menempuh jalan panjang yang penuh dengan lika-liku. Legal standing kolaborasi dua negara dimulai dengan Letter of Intent (LoI) yang disepakati pada 6 Maret 2009.