Beberapa maskapai anggota Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia/Indonesia National Air Carriers Association (INACA); mulai dari Pelita Air, TransNusa, Derazona, hingga Vast Intra Avia hadir pada lokakarya/workshop yang digelar Unmanned Air Transport Indonesia, pada akhir Juni lalu, tepatnya Kamis, 26 Juni 2025. Unmanned Air Transport Indonesia adalah perusahaan pengadaan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA)/drone kargo di Indonesia yang merupakan perwakilan Ursa Technology, sebuah perusahaan yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Berbagai peluang bisnis drone dibahas secara komprehensif dalam workshop. Mulai dari angkutan kargo, hingga pertanian dan pemadam kebakaran. Kehadiran drone memang sangat dibutuhkan oleh negara dengan kondisi geografis seperti Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, untuk mendukung konektivitas kargo di pulau-pulau kecil di daerah terpencil, drone dapat dijadikan bagian dari solusi/part of the solution dari permasalahan yang dihadapi.
Salah satu permasalahan utama yang dihadapi dan dapat diselesaikan dengan kehadiran drone adalah memberikan akses sekaligus membuka isolasi daerah-daerah terpencil yang tidak tersentuh oleh transportasi laut maupun udara. Tak hanya di daerah terpencil/remote area, drone juga dapat dioperasikan di berbagai lokasi untuk penyemprotan hama di food estate, dan mendukung pemadaman kebakaran hutan hingga mengirimkan bantuan/logistik ke lokasi bencana.
Baca Juga:
Pada saat ini maupun di masa depan, kehadiran drone adalah sebuah keniscayaan. Oleh sebab itu, industri penerbangan berbasis drone di Indonesia sangat mendesak untuk segera direalisasikan. Namun agar tidak terlalu tergesa-gesa, peluang bisnis aviasi berbasis drone yang prospeknya sangat menjanjikan tentu harus didukung oleh regulasi yang mengatur tentang keselamatan. Selain itu, proses bisnis/business process juga harus disusun dengan penuh kehati-hatian. Rantai pasokan/supply chain harus dikalkulasi secara profesional, contohnya mulai dari bahan bakar hingga onderdil/spare part.
Kolaborasi Indonesia-Tiongkok
Ursa Technology adalah perusahaan drone kargo pertama dunia yang menggunakan dasar pesawat turboprop. Perseroan telah memiliki tiga sertifikat. Pertama; type certificate, kedua; production certificate dan ketiga adalah operation certificate. Selain itu, yang terpenting produk yang dihasilkan perseroan telah teruji sekaligus terbukti sudah beroperasi secara reguler di RRT selama empat tahun tanpa pernah mengalami kecelakaan (zero accident) dan insiden/incident.
Drone produksi Ursa Technology memiliki daya angkut 1,9 ton. Landasan/runway yang dibutuhkan untuk lepas landas/take off hanya 200 meter. Saat ini, validasi Traffic Conference (TC) sedang dilakukan oleh regulator penerbangan RRT yaitu Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok/Civil Aviation Administration of China (CAAC) dan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Indonesia. Proses sertifikasi operator atau Remotely Operating Certificate (ROC) juga tengah berjalan di DKPPU. Pada tahun 2025 ini, semua proses ditargetkan selesai sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga:
Diharapkan, tidak lama lagi, bisnis drone kargo dapat segera dimulai di Tanah Air. Indonesia, diproyeksikan akan menjadi operator drone kargo dengan kapasitas terbesar pertama di luar RRT. Kedatangan drone Hongyan HY100 buatan Ursa Aeronautical Technology Co. Ltd yang berbasis di Xinjiang, RRT, di Indonesia akan menandai dimulainya operasional drone kargo. Drone mampu mengangkut kargo seberat 1,9 ton dan terbang selama 10,6 jam dan menempuh jarak sejauh 1800 Kilometer. Apabila dibandingkan dengan pesawat angkut berawak, pengoperasian HY100 dapat menghemat biaya operasional sebesar 50 persen.
Transfer Teknologi
Tak sekadar beroperasi di langit Indonesia, perakitan drone diharapkan juga dapat dilakukan di dalam negeri; sehingga dapat mendorong tumbuhnya industri penerbangan nasional melalui manfaat dari kerja sama dan transfer teknologi.
Perakitan bisa dilakukan dengan membangun hanggar perakitannya di bandara-bandara yang lalu lintas penerbangannya tidak terlalu padat; seperti Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat (Jabar), atau Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur (Jatim). Selain itu, perakitan juga dapat dilakukan di hanggar milik operator penerbangan yang berminat mengoperasikannya.
Baca Juga:
Di RRT, pesawat HY100 sudah terbang melayani angkutan kargo, forestasi gurun, pertanian, dan pemadaman kebakaran. Pesawat ini sudah melayani penerbangan kargo reguler untuk JD Logistic, XT Express dan China Post. Indonesia akan menjadi negara kedua di dunia yang mengoperasikan cargo drone yang memiliki kapasitas angkut 1.9 ton serta memiliki bisnisnya di luar RRT; kerana pabrik asembling akan dibangun di Indonesia untuk pasar/market di luar RRT.
Spesifikasi
UAT yang didirikan pada tahun 2017 telah mengirimkan pesawat pertamanya kepada pelanggan pada Januari 2022. Hingga saat ini produksinya terus dilakukan berdasarkan permintaan pelanggan. HY100 merupakan drone sayap tetap (fixed wing) dengan bobot lepas landas maksimum (MTOW) 5,25 ton. Basisnya adalah Antonov An-2 buatan Uni Soviet/Rusia yang telah diproduksi lebih dari 18 ribu unit.
Pesawat memiliki daya tahan, daya angkat, dan kemampuan lepas landas dan mendarat dari landasan pacu yang tidak dipersiapkan, menjadikannya banyak digunakan, baik oleh operator militer maupun sipil di seluruh dunia. An-2 dirancang sebagai pesawat utilitas untuk kehutanan dan pertanian, tetapi rangka dasarnya dapat disesuaikan dan banyak varian telah dikembangkan.
Baca Juga:
Varian-varian tersebut termasuk pesawat pembasmi hama yang dilengkapi hopper, versi ilmiah untuk pengambilan sampel atmosfer, pesawat pengebom air untuk memadamkan kebakaran hutan, ambulans udara, pesawat amfibi, dan versi untuk menerjunkan pasukan terjun payung. Untuk misi penerbangan ketinggian rendah, HY100 dapat mempertahankan penerbangan jarak jauh yang stabil pada ketinggian 3-4 meter. Sementara untuk penyemprotan pestisida, HY100 yang memiliki lebar sayap lebih dari 18 meter dapat menyemprot hingga 240.000 mu atau sekitar 16.000 hektare lahan dalam satu hari.
Ruang lingkup aplikasinya terbilang luas, termasuk untuk perlindungan pertanian dan kehutanan, serta transportasi logistik dan pengiriman via udara. Juga untuk penyelamatan darurat dan relai komunikasi udara. Untuk kisaran harga dasar, HY100 dibanderol sekitar 7 juta dolar AS. Jadi, sekarang adalah saat yang paling tepat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mewujudkan dan mengembangkan drone sebagai industri penerbangan masa kini dan masa depan sesuai tuntutan dan zaman. Jangan sampai kehilangan atau ketinggalan momentum. Sekarang adalah kesempatan yang sangat berharga untuk menginisiasinya.{}




