Pesawat yang didesain pada awal 1940-an itu lepas landas/take off dari landasan/runway yang berada di Pusat Kedirgantaraan Gerakan Pramuka (Pusdirga) Cibubur, Jakarta Timur. Sistem avionik Pitts sangat sederhana. Pesawat juga susah diterbangkan karena keterbatasan pandangan dari dalam kokpit ke depan. Namun demikian, Pitts dikenal di dunia penerbangan, terutama penerbangan aerobatik, sebagai pesawat biplan tandem dua tempat duduk berkinerja tinggi.
Pesawat produksi Aviat Aircraft di Afton, Wyoming, Amerika Serikat (AS) itu didesain untuk melakukan aksi aerobatik tingkat lanjut dan pertunjukan udara/air show. Model S2C merupakan pemutakhiran dari model sebelumnya yaitu S-2B. Mengalami pemutakhiran/upgrade pada kemudahan kontrol/pengendalian, visibilitas serta kecepatan rotasi.
BACA JUGA:
Tenaga pesawat berasal dari mesin enam silinder yang didesain untuk mensupport manuver vertikal yang ekstrem. Mesin Lycoming AEIO-540-D4A memiliki kekuatan 260 HorsePower (HP). Pesawat memiliki dimensi sebagai berikut: Rentang sayap 20 kaki atau sekitar 6,1 meter (m), panjang 17 kaki 9 Inci atau kurang lebih 5,40 m serta tingginya mencapai 6 kaki 5 inci/sekitar 1,94 m. Pitts masih menggunakan teknologi baling-baling/propeller berbilah tiga produksi Hartzell “The Claw” yang memiliki kecepatan konstan/constant speed.
Berat kosong standar pesawat adalah 524 Kilogram (kg). Sementara berat kotor maksimum mencapai 771 kg. Pesawat tersertifikasi untuk diterbangkan +6 G hingga -5G. Sebagai penerbang aerobatik, menahan gaya gravitasi hingga lima bahkan enam kali lipat berat badan tentu membutuhkan stamina yang prima dan kesehatan yang selalu terjaga.
Kesehatan yang selalu terjaga dan stamina yang prima sangat dibutuhkan oleh seorang pilot aerobatik agar dapat menerbangkan pesawat hingga batas kemampuan maksimal. Itu semua dapat direalisasikan apabila pesawat diterbangkan oleh pilot yang terlatih. Latihan harus dilakukan secara rutin atau berulang kali oleh penerbang dengan menggunakan pesawat yang sama.
BACA JUGA:
Ketika pilot melakukan aksi terbang aerobatik, untuk menahan gaya gravitasi, maupun pada saat melakukan berbagai manuver, dibutuhkan kondisi fisik yang bugar. Oleh sebab itu, setiap tahun, saya harus memperoleh sertifikat kesehatan. Sertifikat Kesehatan Personel Penerbangan dirilis oleh Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Alur pemeriksaan dan pengujiannya amat sangat ketat. Jika gagal dalam proses pemeriksaan maupun ujian, dapat dipastikan pilot tidak akan memperoleh izin untuk terbang atau grounded. Apabila seorang penerbang harus dijatuhi sanksi berupa grounded, maka dapat dipastikan separuh dunianya akan hilang.
Jadi hingga hari ini saya selalu memanjatkan puja dan puji syukur kepada Sang Pencipta karena masih bisa lolos tes dan pemeriksaan yang sangat ketat. Tes dan pemeriksaan secara pribadi juga sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Strategi menjaga kesehatan jasmani maupun rohani akan dibahas secara mendalam melalui dua artikel khusus.
BACA JUGA:
Melalui artikel singkat ini, saya ingin menghaturkan ucapan syukur dan mengucapkan Alhamdulillah setiap tahun masih lolos seleksi untuk memperoleh lisensi penerbang atau Private Pilot Licence (PPL). Peraturan/regulasi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang tidak membatasi penerbitan lisensi berdasarkan umur, tetapi berdasarkan kondisi kesehatan. Regulasi itulah yang selalu memotivasi untuk selalu menjaga kondisi kesehatan; baik dengan berolahraga, menjaga pola makan hingga beristirahat dengan cukup.
Terus terang, bagi para penerbang; termasuk seorang penerbang pesawat tempur/fighter pilot seperti saya, meski umur tak lagi muda, kemampuan untuk menjelajahi angkasa harus selalu tetap dijaga. Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang mampu mengalahkan getaran mesin Lycoming AEIO-540 yang merambat perlahan namun pasti di seluruh struktur pesawat Aviat Pitts S2C.
Pada saat itulah, setiap pagi di Pusdirga Cibubur, ketika pesawat take off; saya secara pribadi selalu merasa seperti seorang manusia yang sedang mendekatkan diri dengan menghaturkan rasa syukur yang teramat dalam kepada Sang Pencipta.
BACA JUGA:
Langit sangatlah luas, tetapi tidak ada ruang sedikitpun untuk berbuat kesalahan/The sky is a vast place but there is no room for error. Semoga saya selalu diberi kesempatan untuk terbang aerobatik hingga ujung usia, selama hayat masih dikandung badan.{}




