Foto: TNI-AU
Unjuk Kekuatan TNI-Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma

Date

Pada 9 April 2023, Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU) genap berusia 77 tahun. Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 tersebut, digelar upacara peringatan di Taxi Way Echo Pangkalan TNI-AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sebanyak 2.227 peserta upacara, 1.070 penerbang dan Ground Crew serta 397 prajurit untuk melakukan demo darat dikerahkan dalam upacara peringatan yang digelar sejak pagi hingga menjelang tengah hari.

Pada upacara peringatan HUT ke-77 yang bertema “Profesional, Modern dan Tangguh Sebagai Angkatan Udara yang disegani di Kawasan”, TNI-AU juga mempertunjukkan kekuatan (Show of Force) Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dengan menggelar demonstrasi udara. Sebanyak 7 jenis pesawat melakukan terbang formasi di depan podium upacara.

Cassa NC-212i

Terbang formasi pertama yang melintas di depan podium adalah Cassa NC-212i. Empat unit pesawat angkut ringan tersebut melintas dengan membentuk Box Formation dengan call sign “Walet Flight”.

Komandan Skadron Udara 4, Mayor Penerbang Deharday Nugraha Gafar, Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 2005, diberi amanah sebagai flight leader. Homebase Skadron Udara 4 berada di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

CN-295 dan CN-235

Tiga pesawat CN-295 dan satu unit CN-235 dari Skadron Udara 2 dan 27 dengan call sign “Kalong Flight” terbang melintas membentuk Box Formation. Skadron Udara 2 yang berada di bawah komando Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma merupakan skadron pesawat
angkut tertua TNI-AU.

Jika Skadron Udara 2 terletak di Ibu Kota Indonesia, tepatnya di Jakarta Timur, Skadron Udara 27 berada di ujung timur yaitu Lanud Manuhua, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

EMB-314 Super Tucano

Enam pesawat serang antigerilya EMB-314 Super Tucano dengan call sign ”Tucano Flight” melakukan penerbangan seremonial/kehormatan (flypast) dengan membentuk arrow formation.

Komandan Skadron Udara 21, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Letnan Kolonel (Letkol) Penerbang Sandra Gunawan, Alumni AAU Tahun 2004, dipercaya menjadi flight leader.

C-130 Hercules

Sembilan pesawat angkut berat legendaris C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, 32 dan 33 dengan Call Sign “Rajawali Flight” melakukan flypast dengan Triple V formation. Komandan Skadron Udara 31, Letkol Penerbang, Anjoe Manik menjadi flight leader.

Skadron Udara 31 berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Skadron Udara 32 terletak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Skadron Udara 33 bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Boeing-737 dan Falcon

Formasi gabungan dari tiga pesawat Boeing-737 dari Skadron Udara 5 dan 17 serta dua pesawat Falcon dari Skadron Udara 17 dengan Call Sign “Kencana Flight” terbang melintas dengan membentuk arrow formation. Bertindak sebagai flight leader Mayor Penerbang Dimas Prawito Wicaksono.

Skadron udara 5 merupakan Satuan Intai Strategis yang bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Skaron Udara 17 adalah skadon Very Important Person/Very Very Important Person (VIP/VVIP) yang berada di bawah komando Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma.

F-16 Fighting Falcon

Setelah Flypast yang dilakukan oleh pesawat angkut baik ringan maupun berat hingga skadron VIP/VVIP dan pesawat serang antigerilya, terdengar suara gemuruh dari flight selanjutnya. Formasi pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3, 14 dan 16 dengan Call Sign “Foxtrot Flight” membentuk formasi 77 dengan flight leader Komandan Skadron Udara 3, Letkol Penerbang, Pandu Eka Prayoga. Pandu adalah Alumni AAU 2004 yang berhasil dengan sangat baik memimpin 14 unit F-16 membentuk formasi 77 yang merupakan tanda HUT ke-77 TNI-AU.

Skadron Udara 3 dan 14 adalah Satuan Tempur Buru Sergap di bawah komando Wing Udara Tempur Lanud Iswahjudi yang terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang merupakan jantung pertahanan udara Indonesia dan dijuluki Rumah para Petarung (Home of Fighters). Skadron Udara 16 Tempur berada di bawah komando Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Sukhoi

Pesawat tempur buatan Rusia yaitu Su-27 dan Su-30 tampil sebagai flight terakhir dari flypast demonstrasi udara pada HUT ke-77 TNI-AU. Flypast dengan call sign “Thunder Flight” tersebut membentuk Box Formation dan melepaskan suar/flare yang membara di langit Halim Perdanakusuma.

Sukhoi (Foto: TNI-AU)

Setelah menyaksikan Flypast dari berbagai jenis pesawat TNI-AU, terlihat bagaimana kekuatan udara Indonesia sesungguhnya. Di satu sisi, kekuatan udara yang dimiliki oleh suatu negara termasuk Indonesia merupakan rahasia negara yang harus dijaga rapat-rapat. Namun di sisi lain, pada saat-saat tertentu seperti HUT ke-77 TNI-AU, Indonesia perlu memperlihatkan kekuatan udara yang dimilikinya meskipun tidak seluruhnya untuk menunjukkan kepada negara-negara di kawasan, baik di wilayah Asia Tenggara, Asia maupun dunia.

Unjuk kekuatan (show of force) memang perlu dilakukan untuk menghadirkan efek gentar (deterrent effect) bagi negara-negara lain di sekitar yang memiliki kepentingan berseberangan dengan Indonesia.

Terakhir sekaligus yang terpenting, perlu dikemukakan kembali yang dikemukakan oleh Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI-AU, Marsekal Pertama (Marsma) Indan Gilang Buldansyah yang disampaikan secara eksklusif kepada www.erisherryanto.com melalui jawaban tertulis tentang tema HUT ke-77 TNI-AU: ““Profesional, Modern dan Tangguh Sebagai Angkatan Udara yang disegani di Kawasan”:

Profesional, artinya mampu melaksanakan tugas dengan baik, diawaki personel yang terdidik, terlatih, dijamin kesejahteraannya.

Modern, artinya dilengkapinya TNI-AU dengan peralatan, alutsista, sistem dan teknologi mutakhir, serta diawaki oleh personel yang memiliki sikap, cara berpikir dan cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman.

Tangguh, artinya memiliki kemampuan dan kekuatan untuk menghadapi segala macam ancaman dan gangguan terhadap NKRI.

Sebagai Angkatan Udara yang disegani di kawasan, bukan berarti untuk menjadi kekuatan yang arogan, namun keinginan agar dapat berdiri sejajar dengan Angkatan Udara negara maju lainnya di kawasan. Khususnya dengan titik berat pada peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), penguasaan kapabilitas khusus matra udara, serta organisasi yang adaptif.

Dirgahayu TNI-AU.
Swa Bhuwana Paksa. {}.

Foto Utama: F-16 (Dok: TNI-AU)

Share this

Baca
Artikel Lainnya