Dok. PIndad
Tiga Pilar Pertahanan Negara dan Forkominhan

Date

Tiga pilar penting meliputi kekuatan ekonomi, TNI, dan industri pertahanan.

Sebuah negara akan diperhitungkan eksistensinya jika memiliki pertahanan yang kuat. Jika pertahanannya kuat, maka dalam diplomasi antar negara, juga akan memiliki posisi tawar (bargaining position) yang tinggi.

Oleh karena itulah pertahanan di dalam sistem kenegaraan menjadi sangat penting. Maka tidak ada pilihan lain, mau tidak mau, suka atau tidak, Indonesia harus memperkuat sistem pertahanan negara agar diperhitungkan eksistensinya dan memiliki bargaining position yang tinggi.

Berbicara mengenai sistem pertahanan, ada tiga pilar yang menjadi prasyarat utama:

  1. Ekonomi negara terkait: Berdasarkan data Badan Pusat Statistik seperti dikutip dari laman Bank Indonesia, ekonomi Indonesia tumbuh tinggi pada triwulan II tahun 2022 di tengah risiko pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat.
  2. Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang profesional: Indonesia memiliki TNI yang cukup disegani oleh negara-negara lain, baik di kawasan maupun secara global.
  3. Industri pertahanan (Inhan) yang harus diperkuat: Oleh karena itu, dalam rangka memperkuat dengan melakukan pembangunan secara terus menerus, para pemerhati sekaligus pencinta inhan di Indonesia sepakat untuk bergabung dan membentuk Forum Komunikasi Industri Pertahanan (Forkominhan).

Membangun komunikasi dan berjejaring

Forkominhan berfungsi membangun sekaligus melakukan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Itu semua dilakukan untuk memajukan inhan di Indonesia menjadi lebih profesional, efektif, efisien, terintegrasi, dan inovatif.

Komunikasi bisa dilakukan melalui seminar atau webinar sebagai upaya untuk memperoleh berbagai masukan. Mulai dari stakeholder inhan sendiri, hingga pemerintah dan penyelenggara serta pengguna. Oleh karena itu aspek komunikasi sangat dibutuhkan dan sangat menjadi perhatian (concern) Forkominhan.

Forkominhan juga akan melakukan berbagai kajian. Sebagai media untuk menyosialisasikan kajian, juga telah dibuat beberapa akun resmi (official) di media sosial. Selain itu juga akan diterbitkan media cetak berupa majalah secara berkala beserta media online atau digital.

Dan yang utama, Forkominhan berfungsi untuk membuka jaringan, baik di dalam maupun di luar negeri untuk mendapatkan manfaat dalam membangun ekosistem inhan.

Dalam waktu dekat, Forkominhan akan melaksanakan seminar dengan Korea Selatan (Korsel), diperkirakan sekitar awal Desember 2022. Mudah-mudahan para stakeholder dapat berpartisipasi sekaligus berkontribusi dalam seminar tersebut.

Belajar dari Korea Selatan

Seminar dengan Korea bagi Forkominhan memiliki nilai yang sangat strategis, karena Indonesia memang perlu belajar banyak dari Korea Selatan.

Mengapa demikian? Karena kondisi Korsel pada era 1980-an pada saat mulai membangun inhannya tidak lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi Indonesia saat ini. Jika memang perlu ditegaskan, situasi di Indonesia pada saat ini, masih lebih baik dibandingkan dengan Korsel pada era 1980-an.

Namun perlu diakui dan digarisbawahi jika perkembangan Inhan di Korsel terjadi dengan sangat cepat. Seluruh dunia menyaksikan jika pada saat ini, Korsel telah mengekspor hasil-hasil produk inhannya ke luar negeri. Mulai dari matra darat, laut hingga udara.

Kemajuan pesat dari negara ginseng itulah yang melatarbelakangi Forkominhan untuk melaksanakan kegiatan seminar untuk memajukan inhan di Indonesia. Sebagai perkumpulan nirlaba (non profit), Forkominhan juga membutuhkan dukungan dalam menjalankan misi dan visi agar keinginan beserta cita-citanya dapat tercapai.

Terakhir, dalam waku dekat, akan digelar Indodefence Expo & Forum di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada event tersebut, Forkominhan juga akan menggelar forum seminar pada Jumat, 4 November 2022. Semoga para hadirin dapat berpartisipasi untuk memberikan masukan demi kemajuan bersama.{}

Foto:Dok.Pindad

Share this

Baca
Artikel Lainnya